Minggu, 13 Februari 2022

Apa Itu Bisnis Ritel? Yuk Simak Bareng!

Pada dasarnya, bisnis ritel adalah bisnis yang melibatkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen dalam jumlah satuan atau eceran. Konsumen yang membeli produk atau jasa secara eceran ini bertujuan untuk mengkonsumsinya atau menggunakannya secara pribadi dan tidak menjualnya kembali. 

Bisnis ritel berbeda dari bisnis grosiran. Konsumen bisnis ritel tidak menjual kembali produk yang telah dibelinya, sementara konsumen bisnis grosir menjual kembali produk yang telah dibelinya. Hal ini berdampak besar pada harga barang yang ditawarkan di level ritel dan grosir. 

Lantas bagaimana rantai persediaan barang pada bisnis ritel bisa berjalan? Jadi, Rantai persediaan barang bisnis ritel itu terdiri dari produsen, grosiran, peritel, dan konsumen. Produsen secara langsung berhubungan dengan bisnis grosir, kemudian bisnis grosir menjual pada peritel, lalu peritel menjualnya kembali pada konsumen yang menggunakan produk tersebut secara langsung. 

Fungsi Bisnis Ritel

Untuk menjadi pebisnis ritel yang sukses, memahami fungsi bisnis ritel adalah hal yang krusial. Berikut beberapa fungsinya secara umum yang harus kita ketahui, antara lain : 

1. Ujung tombak pemasaran produk

 Fungsi bisnis ritel yang utama adalah menjadi bagian terakhir dari rantai pasokan barang dari produsen ke konsumen. Fungsi bisnis ritel amat penting untuk menjaga agar produsen bisa fokus dalam memproduksi barang tanpa harus terganggu oleh banyaknya usaha yang harus dilakukan untuk berhadapan dengan konsumen yang ingin membeli produk untuk dikonsumsi. Tanpa adanya bisnis ritel, produsen harus memikirkan bagaimana menghasilkan produk yang bisa bersaing dengan produk lain sembari berhubungan dengan konsumen. Hal ini bisa mengganggu proses produksi dan mengacaukan kesediaan barang.

2. Memudahkan konsumen mendapatkan produk

Bisnis ritel juga berfungsi sebagai perantara untuk memudahkan konsumen dalam membeli barang. Bayangkan saja jika saat Anda membutuhkan sebuah barang Anda harus membelinya ke pabrik terlebih dahulu, tentu akan sangat merepotkan. Berapa banyak pabrik yang harus dikunjungi jika Anda ingin belanja bulanan? Di sinilah fungsi bisnis ritel untuk memudahkan konsumen membeli barang secara satuan dan menyediakan berbagai jenis barang dalam satu lokasi. 

3. Membantu promosi produk

Fungsi penting lain bisnis ritel adalah untuk menawarkan produk kepada konsumen secara maksimal. Itu sebabnya pada bisnis ritel jenis apapun, selalu memiliki tenaga penjualan atau sales marketing, pelayanan pelanggan, serta katalog produk. Bisnis ritel tidak sekadar menjual barang, namun juga termasuk mempromosikan barang dan mengedukasi konsumen akan produk yang dijualnya.

4. Mengobservasi pasar

Dikarenakan bisnis ritel berhubungan langsung dengan konsumen, maka ritel sekaligus menjadi ujung tombak untuk mengetahui perilaku konsumen dan tren pasar. Bisnis ritel mendapatkan timbal balik langsung dari konsumen, sehingga bisnis ritel bisa mengembalikannya pada grosiran atau produsen. Dengan demikian, keberlangsungan produk bisa terjaga.

Lalu apa aja sih karakteristik dari Bisnis Ritel

Berikut ini merupakan beberapa karakteristik penting bisnis ritel yang wajib Anda tahu sejak sebelum memulai bisnis. 

1. Bisnis ritel menjual barang dalam jumlah satuan

Dalam menjual barang, bisnis ritel melakukannya dalam jumlah satuan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan bagaimana mempromosikan barang untuk menarik minat pembeli. Cara mempromosikan barang pun harus bisa menjelaskan fitur dan keuntungan yang dimiliki produk yang bersangkutan entah itu secara gamblang dan panjang lebar, atau secara singkat, padat, dan jelas.

Karena menjual barang dalam jumlah satuan, bisnis ritel juga harus menyediakan stok barang untuk konsumen. Kunci penting dari menyediakan stok barang adalah bagaimana peritel bisa menyediakan barang kapanpun konsumen membutuhkannya.

2. Bisnis ritel berhadapan secara langsung dengan konsumen

Sebagai akhir dari rantai persediaan barang, maka bisnis ritel akan berhadapan dan berhubungan langsung dengan konsumen. Bisnis ritel perlu memiliki sistem dan proses pembayaran produk yang tidak ribet, cepat, dan mudah. Terjun di bisnis ritel juga berarti perlu memahami persaingan harga pasar agar bisa memberikan harga terbaik bagi konsumen dan mendapatkan profit yang maksimal. Banyak bisnis ritel yang memberikan layanan lebih dalam meraih konsumen seperti menyediakan toko offline dan online, konsultasi belanja, dan banyak hal ekstra lainnya.

3. Bisnis ritel memiliki berbagai jenis sesuai kebutuhan konsumen

Dengan karakteristik bisnis ritel yang melayani konsumen dalam jumlah masif dan tak jarang melibatkan banyak produk di dalamnya, maka secara otomatis bisnis ritel terbagi dalam beragam jenis. 

BISNIS RITEL YANG ADA DI DUNIA 

Dengan potensi bisnis yang besar, keuntungan dan pendapatan yang diperoleh perusahaan juga berkembang pesat setiap tahunnya. Berikut 10 perusahaan ritel terbesar di dunia:


1.     Walmart

Pendapatan: US$ 469,2 miliar atau Rp 5.680,1 triliun (*Ket: Kurs rupiah 12.106 per dollar). Walmart merupakan perusahaan retailer terunggul di dunia. Posisi tersebut mampu dipertahankannya selama beberapa tahun. Beroperasi di 15 negara, Walmart merupakan perusahaan kerjasama ketiga terbesar di dunia dan pertama di Amerika Serikat (AS).

Perusahaan juga menikmati total pendapatan hingga US$ 469,2 miliar atau Rp 5.680,1 triliun pada 2013. Tak hanya itu, Walmart juga memiliki total pendapatan operasi penjualan sebesar US$ 28 miliar atau Rp 338,9 triliun.

Pendapatan bersihnya berjumlah US$ 17 miliar dengan total aset mencapai US$ 203,1 miliar. Dengan total ekuitas US$ 76,3 miliar perusahaan milik keluarga Walton itu telah memiliki 2,2 juta cabang di seluruh dunia.

2.     Tesco PLC

Pendapatan: US$ 106,2 miliar atau Rp 1.285,6 triliun. Tesco PLC merupakan grosir internasional terbesar dan menjadi industri ritel terbesar di Inggris. Kehadirannya telah menyebar di 15 negara Amerika Utara, Eropa dan Asia. Perusahaan ini mengenalkan industri ritelnya ke dunia dengan memperluas toko-tokonya ke beberapa bagian di dunia.

Dengan 6.351 toko di seluruh dunia, industri ritel Tesco memasok produk-produk seperti buku, elektronik, furniture, pakaian, jasa keuangan internet, telekomunikasi, perangkat lunak dan internet. Total pendapatannya mencapai US$ 106,2 miliar atau Rp 1.285,6 triliun dan beroperasi dengan penghasilan sebesar US$ 5 miliar. Perusahaan ini juga mengelola pendapatan yang sangat tinggi hingga US$ 203 miliar. Dengan aset mencapai US$ 82,2 miliar, perusahaan tersebut memiliki total ekuitas hingga US$ 27,2 miliar.

3.     Carrefour

Pendapatan: US$ 105 miliar atau Rp 1.271,1 triliun. Retailer yang lahir di Prancis ini merupakan salah satu hypermarket terbesar di dunia. Carrefour beroperasi di beberapa negara meliputi kawasan Eropa, Argentina, China, Brasil, Qatar, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi serta beberapa negara Asia.

Industri ritel terbesar di Perancis ini mampu menghasilkan pendapatan hingga US$ 105 miliar atau 1.271,1 triliun. Dengan laba US$ 1,7 miliar, perusahaan mengantongi aset berjumlah US$ 63,2 miliar dan ekuitas sebesar US$ 11,5 miliar.

4. The Costco Wholesale Corporation

Dengan pendapatan: US$ 97,1 miliar atau Rp 1175,4 triliun. The Costco Wholesale Corporation merupakan salah satu industri yang memasok berbagai banyak barang. Memiliki cabang terbesar di dunia, Cosco memiliki 626 toko yang tersebar di berbagai negara termasuk AS, Inggris, Kanada, Australia, Meksiko, Korea Selatan dan Jepang.

Costco merupakan bisnis ritel yang tumbuh paling cepat di dunia. Mulai dari usaha biasa hingga meraih untung sebesar US$ 3 miliar hanya dalam lima tahun. Saat ini Costco bahkan telah masuk ke dalam daftar majalah Fortune 500.

Didirikan pada 1983, perusahaan tersebut memiliki total pendapatan sebesar US$ 97,1 miliar  atau Rp 1175,4 triliun dengan laba sebesar US$ 1,7 miliar. Sementara total asetnya berjumlah US$ 27,1 miliar dan ekuitas sebesar US$ 12,4 miliar.

 

Sumber :

https://www.liputan6.com/bisnis/read/774226/10-perusahaan-ritel-terbesar-di-dunia-i

https://www.hsbc.co.id/1/PA_esf-ca-app-content/content/indonesia/personal/offers/news-and-lifestyle/files/articles/html/201906/memahami-apa-itu-bisnis-retail-dan-karakteristiknya.html

 

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Retail


Mungkin yang ada di pikiran kita bisnis retail itu usaha yang dikelola oleh perusahaan besar, namun bisa menjual barang langsung kepada konsumen dengan skala kecil serta terdapat tim manajemen retail yang bekerja keras untuk memperlancar proses penjualan. Kira-kira pengertian kalian udah bener belum ya? Yuk simak penjelasan berikut!


Apa itu Retail?

Retail itu berasal dari Bahasa Perancis, yakni ritellier yang artinya memotong. Sehingga, pengertian retail adalah sebuah proses penjualan barang atau jasa yang langsung ditujukan kepada konsumen dengan penjualan skala kecil atau eceran. Bisnis retail ini sangat memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pribadi atau keluarga. Sehingga, konsumen tidak harus membeli barang kebutuhan langsung ke pabriknya. Transaksi jual beli di bisnis retail pun tentu sangat memudahkan bagi konsumen karena bisa dilakukan  di manapun maupun di toko fisik maupun secara online.

Dengan kepopuleran bisnis retail, peran dari manajemen retail sangat penting. Karena, manajemen retail harus bisa melihat kondisi pasar agar mereka bisa melayani pelanggan dengan baik dan selalu memenuhi setiap kebutuhan konsumennya dengan efektif serta efisien.



Pengertian Manajemen Retail

Manajemen retail adalah sebuah proses kegiatan bisnis, dalam melakukan perencanaan, pengelompokkan dan pengendalian sumber daya yang dimiliki perusahaan. Manajemen retail yang baik, dia bisa membuat bisnis retail barang dan jasa di perusahaan tersebut menjadi semakin lancar. Intinya, manajemen retail ini adalah proses pengaturan dari seluruh faktor-faktor yang mempengaruhi proses perdagangan barang dan jasa langsung kepada konsumen.


Jenis-jenis Manajemen Retail

Manajemen retail juga memiliki beberapa jenis, diantaranya yaitu : 


  1. Retail Independen

Jenis ini, dimana pelaku bisnis retail independen ini membuat dan menjalankan bisnisnya tanpa adanya bantuan dari orang lain. Mulai dari perencanaan, proses pembangunan, produksi, sampai bisnisnya berdiri. Namun setelah bisnisnya menjadi besar retail independen ini mulai membutuhkan tenaga bantuan.


  1. Retail yang Sudah Ada

Jenis ini, dimana pelaku bisnisnya merupakan bisnis warisan atau bisa dari hasil pengalihan kepemilikan dari bisnis yang memang sudah ada sebelumnya. Tugas dari pemilik baru ini hanya perlu bertanggung jawab dan melanjutkan bisnis tersebut, sehingga tidak perlu lagi membangun bisnis dari nol karena sudah dikenal masyarakat.


  1. Waralaba

Jika kalian tahu, bahwa minimarket seperti Indomaret bukan sepenuhnya dimiliki oleh PT. Indomarco, karena sebagian tokonya ada yang milik orang lain disebut sebagai bisnis waralaba atau franchise. Disini waralaba harus memiliki izin untuk menggunakan nama, barang, konsep, dan rencana bisnis yang sama dari perusahaan induk.


  1. Network Marketing

Jenis manajemen retail ini biasanya tidak terlihat fisiknya, dimana bisnis retail memiliki penjualan dari mulut ke mulut, maka bisa disebut dengan network marketing atau biasa juga disebut dengan Multi Level Marketing. Pelaku bisnis MLM ini tidak perlu toko fisik karena proses penjualannya hanya mengandalkan orang-orang dalam jaringan saja.


Fungsi Manajemen Retail


  1. Minimalisir Kegagalan Penjualan Pasar Domestik

Fungsi manajemen retail yang pertama adalah bisa meminimalisir risiko kegagalan penjualan barang di pasar domestik. Sehingga peran manajemen berfungsi untuk memikirkan cara dan mencoba peluang yang ada dengan penjualan baru, seperti memperluas pasar keluar negeri.


  1. Bagian dari Proses Regulasi

Fungsi selanjutnya, sebagai bagian dari proses regulasi, dimana saat ini perdagangan sudah diberikan kebebasan. Bahkan, jika pengusaha retail ingin mencoba peluang ke pasar internasional, maka pemilik bisa melakukan perdagangan lintas negara.


  1. Menciptakan Sistem Distribusi yang Lebih Baik

Fungsi selanjutnya, yaitu sebagai pencipta sistem distribusi penjualan yang lebih baik. Karenanya, kini barang apapun yang dijual bisa lebih mudah didistribusikan di pasar domestik maupun dari negara asalnya ke negara lain.


Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Retail

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kinerja manajemen, seperti berikut:


  1. Harga Barang

Seperti yang sudah kita tau bahwa harga rata-rata yang ada di toko retail tidak dapat ditawar lagi, berbeda dengan barang yang ada di pasar.


  1. Reputasi 

Faktor yang kedua, reputasi perusahaan retail itu sendiri. Pengaruh reputasi hingga citra akan membuat konsumen percaya dan jika reputasinya baik, maka bisa menjadi bagian dari konsumen yang setia.


  1. Promosi

Faktor yang ketiga adalah proses promosi, jaman sekarang promosi lebih jauh lebih mudah dan ampuh dilakukan seperti bantuan dari media sosial, dimana target pasar akan lebih mudah dikejar.


  1. Kualitas Barang

Ada harga ada kualitas, dimana konsumen akan mempertimbangkan kualitas barang yang ditawarkan oleh bisnis retail. Jika harga terlalu mahal dan kualitas barang yang standar, mungkin konsumen akan pindah ke brand lain. Sehingga, harus disesuaikan dari harga dan kualitas barang.



Sumber :

https://b-pikiran.cekkembali.com/perusahaan-retail/

https://www.turboly.com/blog/2017/11/Apa-Itu-Retail-Management.html

https://misterexportir.com/pengertian-manajemen-retail/

https://www.konsultanbisnissurabaya.com/faktor-faktor-penting-penunjang-suksesnya-bisnis-ritel/

Minggu, 30 Januari 2022

Manajemen strategi bisnis? Apa yah itu? Kemudian apa aja sih hal-hal yang dipelajari dalam Manajemen Strategi Bisnis ? Yuk kita simak mengenai artikel berikut yang pastinya menarik !berikut yang pastinya menarik 

Manajemen strategis bisnis merupakan suatu hal yang penting dalam suatu perusahaan yang dengan adanya strategi bisnis tersebut dapat mengarahkan perusahaan untuk mencapai visi dan misi yang jelas serta mencapai keuntungan yang maksimal.

Lalu, apa aja sih? Hal-hal yang dipelajari dalam manajemen strategi bisnis?

Yang dipelajari dalam manajemen strategi bisnis yaitu Seni dan juga ilmu penyusunan penerapan dan pengevaluasian keputusan – keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu per usahaan mencapai sasarannya.

Juga tahukah anda ? Mengenai tujuan manajemen strategis bisnis?

Tujuan manajemen strategis bisnis yaitu :
- Untuk merencanakan
- mengerjakan dan menjalankan serta mengevaluasi
- mengawasi suatu bisnis atau usaha
- Memberikan arah jangka panjang perusahaan yang bakal dicapai.
- Membantu perusahaan beradaptasi pada setiap perusahaan.
- Membuat kinerja perusahaan menjadi lebih efektif.
- Meninjau ulang kelebihan dan kelemahan serta mencermati peluang dan ancaman bisnis perusahaan.

Kemudian untuk fungsi manajemen strategi ada apa aja ?

Terdapat banyak fungsi yaitu:
⮚ Untuk menyusun, menerapkan dan mengevaluasi keputusan dan tindakan yang dapat digunakan untuk memformulasikan serta mengimplementasikan strategi yang memiliki daya saing yang tinggi yang sesuai dengan perusahaan maupun lingkungan untuk mencapai tujuan.
⮚ Manajemen strategi juga memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
1) Menghasilkan keputusan terbaik.
2) Meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada.
3) Membuat perusahaan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
4) Membuat manajemen perusahaan menjadi lebih peka terhadap ancaman eksternal.
5) Menjadikan perusahaan lebih profitable.
6) Mencegah timbulnya masalah yang berasal dari dalam dan luar perusahaan.
7) Membuat perusahaan dapat melaksanakan semua aktivitas operasional secara lebih efisien dan efektif.
8) Memperbaiki pengertian pegawai atas penghargaan produktivitas dalam setiap perencanaan strategi.

Daftar pustaka:
https://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_strategis
https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-manajemen-strategis/
https://www.brilio.net/wow/15-pengertian-manajemen-strategi-menurut-para-ahli-fungsi-tujuannya-2004231.html

Jumat, 14 Januari 2022

Penasaran mengenai manajemen strategi bisnis? Ayo cek di sini!

Tak kenal maka tak paham jadi mari kita simak yuk biemers apa yang dimaksud dengan manajemen strategi. Manajemen strategi adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi.

Strategi Pemasaran – Mahasiswa

Nah sobat biemers memulai bisnis itu tentu memerlukan strategi yang baik bukan? Ayo kita lihat ke-5 tahapan dalam menyusun strategi yang baik, yaitu:

  1. Mengembangkan Visi Strategis

Visi strategis merupakan aspirasi manajemen mengenai arah masa depan, memberikan gambaran secara rinci mengenai kemana organisasi tersebut akan bergerak dan juga membentuk identitas organisasi tersebut.

  1. Menetapkan Tujuan Strategis

Mengkonversi pernyataan visi dan misi menjadi target kinerja yang spesifik. Setiap unit dalam suatu organisasi memerlukan target yang konkret dimana kinerja dan kontribusi mereka dapat diukur terhadap pencapaian tujuan organisasi.

  1. Merumuskan Strategi Bisnis

Beberapa langkah yang perlu dilakukan suatu organisasi dalam merumuskan strategi adalah:

Apa itu Manajemen Strategi? - Fungsi dan Tujuan dari Para Ahli » reezuls

  • Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang telah dibuat.

  • Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh suatu organisasi dalam menjalankan misinya.

  • Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.

  • Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumber daya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.

  • Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

  1. Mengeksekusi Strategi

Visi serta strategi yang telah dibuat tidak akan berarti jika kita tidak mengerjakannya secara tuntas dan optimal. Tanpa adanya eksekusi, tujuan yang telah diterapkan pun tidak akan pernah tercapai.

  1. Mengevaluasi Strategi Bisnis

Teori Evolusi Manajemen Strategi | hestanto personal website

Proses pelaksanaan strategi harus dievaluasi secara regular, dalam fase evaluasi ini dapat dilihat apakah segalanya sudah berjalan dengan baik atau belum. Pada tahapan evaluasi ini, kita dapat melihatnya dengan menggunakan bantuan dari software bisnis yang telah banyak tersedia seperti salah satunya adalah Acumatica Cloud ERP.

Apakah sobat biemers sudah tau kalau Manajemen Strategis dibagi atas dua kegiatan yang saling berkaitan? Apa saja ya kedua kegiatan itu? Mari kita cari tau, manajemen strategi memiliki dua kegiatan yaitu perencanaan strategis dan pelaksanaan strategis.

      Perencanaan strategis berhubungan dengan visi dan misi organisasi, proyeksi, pedoman dan taktik-taktik yang menunjang dalam pencapaian tujuan organisasi. Perencanaan strategis lebih berhubungan dengan analisis terhadap internal organisasi, yaitu analisis terhadap bentuk organisasi, apa tujuan organisasi, kekuatan dan kelemahannya, peluang dan tantangan yang dihadapi serta analisis terhadap pasar/masyarakat dari organisasi tersebut.

Di dunia digital seperti sekarang ini, hampir semua orang tenggelam di dalam era digital yang membuat orang membeli barang tanpa memikirkan jangka panjang. Berikut ini Manajemen strategi bisnis dalam menghadapi era globalisasi, maka strategi yang dapat diterapkan di perusahaan-perusahaan antara lain:

  • Persaingan global dengan lini yang luas

  • Implementasi Proses Manajemen Strategi Perusahaan - Kembar.proFokus global

  • Fokus nasional

  • Ceruk yang terlindung

  • Analisis lingkungan eksternal 

  • Analisis lingkungan internal

  • Strategi tingkat bisnis

  • Strategi tingkat perusahaan

  • Strategi akuisisi dan restrukturisasi

  • Strategi internasional

  • Kepemimpinan strategi



Mengapa harus manajemen strategis?

Karena dalam kondisi yang penuh dengan ketidakpastian pun sebuah organisasi/bisnis dapat mencapai tujuan organisasinya dengan menerapkan manajemen strategis. Dan kita harus memastikan juga nih biemers semua orang harus berpartisipasi dalam menyusun dan menjalankan keputusan yang telah diambil termasuk mengontrolnya.


Dan tidak kalah banyak juga ya manfaat yang dapat diambil apabila mengimplementasikan manajemen strategis antara lain meningkatkan performa organisasi, memperbaiki proses manajemen dan partisipasi di dalam organisasi, memperbaiki pengambilan keputusan, memperbaiki sikap, disiplin, dan motivasi individu di dalam organisasi, memperbaiki antisipasi dan kepedulian terhadap masa depan dan peluang yang terjadi, menentukan batas usaha/bisnis/kewenangan yang akan dilakukan, serta menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.


Dan juga terdapat strategi fungsional, seperti:

  • Strategi produksi --> strategi produksi menentukan serangkaian tindakan yang harus diikuti untuk mencapai proses produksi barang atau penyediaan layanan.

  • Strategi pemasaran --> strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan konsumen. Hal ini pada dasarnya didasarkan pada definisi produk, bentuk komersialisasi, distribusinya, dan layanan purna jual. Semua keputusan ini akan difokuskan untuk mencapai kepuasan maksimal dari kebutuhan konsumen.

  • Strategi sumber daya manusia --> strategi sumber daya manusia merupakan keseluruhan rangkaian tindakan yang berupaya memaksimalkan potensi dan kompetensi tenaga kerja dari personel yang bekerja di perusahaan/organisasi bisnis.

  • Strategi keuangan --> strategi ini harus secara spesifik mendefinisikan bagaimana proses pembiayaan perusahaan/organisasi bisnis akan dicapai dan apa yang akan menjadi sumber utama untuk melakukannya.

  • Strategi penelitian dan pengembangan --> yang ditujukan untuk menerapkan teknik dan prosedur baru untuk meningkatkan rantai produksi dan proses penyampaian nilai bagi pelanggan. 


Sumber: 

http://manajemenstrategibisnis.blogspot.com/2010/10/strategi-bisnis.html

http://8thinktank.co.id/business/5-tahapan-manajamen-strategi-bisnis/

http://repository.ut.ac.id/4213/1/IPEM4218-M1.pdf

https://media.neliti.com/media/publications/286520-manajemen-startegis-dalam-era-globalisas-7aa3e0b0.pdf

https://pengertian.apa-itu.net/apa-yang-dimaksud-dengan-strategi-fungsional.html



Minggu, 02 Januari 2022

 Ini Dia, Prospek Karir Manajemen Keuangan Check!

Manajemen keuangan merupakan salah satu konsentrasi atau peminatan dalam jurusan manajemen. Dalam peminatan ini mahasiswa akan dibekali pengetahuan untuk mengelola keuangan perusahaan, menyusun anggaran perusahaan, dan juga mengelola instrumen-instrumen investasi baik dari yang memiliki resiko rendah sampai yang beresiko tinggi loh!

Gimana menarik banget kan? Apalagi bagi kamu yang suka dengan saham, pasar modal, dan bursa efek. Ambil aja deh peminatan manajemen keuangan ini, mungkin itu jalan ninja kamu! Nah dari berita yang mimin baca, jurusan manajemen keuangan ini akan terus dibutuhkan, bukan digantikan! mengingat sekarang banyak bermunculan yang namanya startup di bidang fintech pasti makin banyak jobdesk baru ya.

Tidak lupa juga nih sobat biemers bahwa manajemen keuangan juga memiliki prospek karir yang menarik dan jarang kalian ketahui, penasaran bukan? Yuk simak penjelasan berikut!

1. Sebagai Dosen

Salah satu prospek kerja yang cukup besar peluangnya adalah menjadi dosen atau tenaga pendidik. Biemers bisa bekerja di bidang tersebut jika mempunyai kualifikasi yang bagus. Meski nominal tak seberapa, tapi keuntungan dari profesi ini adalah mendapat banyak tunjangan. 

2. Menjadi Manajer Keuangan dan Manajer SDM

Prospek kerja manajemen keuangan dan SDM terbuka lebar nih, mengingat banyaknya perusahaan besar yang terus bermunculan di bidang teknologi. Tidak heran jika profesi ini mampu mendatangkan banyak keuntungan. Biemers bisa mendapat gaji puluhan juta dalam setiap bulannya. Menggiurkan, bukan?

3. Menjadi Konsultan

Jika biemers memilih manajemen keuangan, profesi sebagai konsultan bisa masuk list kalian nih. Saat ini profesi tersebut banyak dibutuhkan oleh perusahaan dan organisasi besar. Secara umum, tugasnya seorang konsultan akan memberikan audit kepada klien dan memberikan rekomendasi saat melakukan perbaikan.

Sementara tugas lainnya seorang konsultan adalah meningkatkan kinerja dalam dunia bisnis dengan memberikan saran dan solusi terbaik. Seorang konsultan akan dibutuhkan dalam sektor keuangan, sektor pemasaran, sektor sumber daya manusia, dan masih banyak lagi.

4. Accounting Manager

Seorang accounting manager mempunyai tugas untuk memastikan tidak ada masalah terhadap keuangan perusahaan. Selain itu, accounting manager mempunyai tugas khusus, yaitu menyiapkan laporan keuangan perusahaan.

Tidak hanya itu saja, biemers juga harus memperkirakan kebutuhan finansial perusahaan, mengelola akun, dan melakukan dokumentasi untuk perpajakan. Biasanya, accounting manager akan bekerja sama dengan akuntan. Melihat dari job desk-nya, tidak heran gaji seorang accounting manager sangat tinggi.

5. Financial Analyst

Salah satu prospek kerja yang masih jarang diketahui adalah financial analyst. Biasanya, profesi ini dibutuhkan dari sektor industri, keuangan, sampai perbankan. Sebagai seorang financial analyst, tugasnya adalah melakukan pemodelan keuangan dan melakukan kolaborasi bersama bagian akuntansi. Tujuannya untuk memastikan bahwa laporan keuangan sudah akurat. Skill yang harus biemers miliki adalah analitik agar mudah dalam mengumpulkan data yang kuat.

6. Marketing Executive

Suka di dunia pemasaran? Jika iya, biemers bisa coba menjadi marketing executive. Entah itu di perusahaan, di pemerintahan, di manufaktur, dan lain sebagainya. Tugas dari seorang marketing executive adalah memaksimalkan penjualan dalam mempromosikan suatu produk.

Selain itu, marketing executive mempunyai tanggung jawab dalam mengembangkan strategi penjualan sesuai kebutuhan pelanggan. Tentunya tujuan dari tugas tersebut adalah mencapai target dan mengawasi campaign pemasaran. Biasanya, job desk ini biemers akan bekerja sama dengan marketing, penjualan, produksi, riset pasar, dan distribusi.

7. Cost Lawyer

Salah satu prospek kerja manajemen keuangan yang unik adalah cost lawyer. Cost lawyer adalah pengacara yang tugasnya memastikan hubungan bisnis dapat berjalan dengan baik. Alhasil, biaya hukum bisa dibebankan dengan tepat. Tugas dari seorang cost lawyer juga bervariasi.

Mulai dari memberikan nasihat, memberikan perkiraan biaya, dan memberikan rincian terkait anggaran yang harus diperhatikan. Profesi ini sangat cocok bagi biemers yang menyukai dunia hukum sekaligus dunia marketing.

8. Front Officer Bank

Jika ada dari biemers yang mempunyai cita-cita kerja di bank profesi front officer bisa di list nih. Contoh profesi ini adalah teller atau customer service. Saat ini bank mempunyai daya tarik dan minat tinggi dalam masyarakat apalagi banyak bank yang mengupgrade dalam bentuk digital sekarang ini.

9. Recruiter

Seorang lulusan manajemen keuangan juga bisa menjadi recruiter. Profesi ini mulai terus meningkat dan dipertimbangkan dalam perusahaan. Bagi biemers yang menyukai hal tentang manajemen sumber daya manusia, profesi ini patut dicoba. Namun, profesi ini terbilang agak sulit karena harus bersaing ketat dengan jurusan psikologi.

Itulah beberapa prospek karir manajemen keuangan yang menarik dan masih jarang diketahui. Biemers bisa mulai memikirkannya berdasarkan minat dan risiko yang diterima agar bidang pekerjaan sesuai ekspektasi dan menyenangkan. 

Sampai Jumpa, sobat Biemers.

 

Source :

https://penerbitbukudeepublish.com/jurusan/manajemen-keuangan/

https://www.universitas123.com/blog/prospek-kerja-manajemen-keuangan/

https://rencanamu.id/cari-jurusan/ekonomi-bisnis/manajemen-keuangan/

https://www.ireappos.com/news/id/manajemen-keuangan-pengertian-fungsi-dan-tujuannya-dalam-bisnis/

https://www.mag.co.id/konsultan-keuangan/

https://seputarkarir.com/perbedaan-finance-dan-accounting/

https://www.jojonomic.com/blog/financial-analyst/

https://www.ekrut.com/media/tugas-marketing-executive

https://attorneybrianwhite.com/blog/how-much-does-a-lawyer-cost/

https://sumbernesia.com/tugas-front-office/

https://www.integrity-indonesia.com/id/blog/2018/12/27/industri-4-0-cara-cerdas-rekrut-karyawan-di-tengah-langkanya-keahlian/

http://jurusanku.com/finance/