Rabu, 08 Agustus 2018

Penyerahan Jabatan Kepada ketua dan wakil ketua XCM periode 2018/2019

Penyerahan Jabatan Kepada ketua dan wakil ketua XCM periode 2018/2019

 


Pada bulan juni lalu tepatnya pada tanggal 3 juni 2018 Excellent Community of Management (XCM) telah resmi memilih ketua dan wakil ketua baru untuk  Periode 2018/2019 yang akan dijabat oleh Owen Hiunata sebagai Ketua XCM dan Fransisca sebagai Wakil Ketua XCM . Penyerahan ini di berikan dari Ketua XCM Periode 2017/2018 didampingi dengan Pembina XCM Ibu Lilis Susilawaty. SE.,MM , Bapak Brendi Wijaya. SE.,MM dan Ibu Tisia Priskila SE., M.Si .

Kami mengucapkan Selamat kepada Owen Hiunata dan Fransisca yang telah terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua dari Excellent Community of Management Periode 2018/2019. Semoga di Periode 2018/2019, Excellent Community of Management menjadi lebih baik lagi untuk kedepannya

Selasa, 20 Maret 2018

Solusi Membuka Usaha Dengan Modal Se-Adanya

Mau Buka Usaha tapi Modal Terbatas? Ini Solusinya

Salah satu hal yang perlu dipikirkan saat merintis usaha adalah modalnya. Modal itu enggak melulu berupa uang. Ide, keahlian, jejaring, dan keberanian untuk mengambil risiko juga menjadi modal penting dalam membangun bisnis. Sementara, modal fisik juga tidak harus didapatkan dengan mengeluarkan uang, kok.
Jadi, kalau kamu terkendala modal yang terbatas saat hendak merintis usaha, mungkin yang terbatas adalah dana yang kamu punya.
Kalau begitu, cara yang paling gampang adalah dengan mengajukan pinjaman. Ada beberapa kiat mengatasi keterbatasan modal yang dapat kamu lakukan agar bisnismu bisa segera diwujudkan. Yuk, cari tahu!

1. Kembangkan pola pikir ala entrepreneur

Sebelum memutuskan untuk meminjam uang sebagai modal usaha, ada hal yang lebih penting untuk dimiliki, yaitu pola pikir seorang wirausahawan. Tanpa ini, kamu mungkin bakal kesulitan untuk mengembalikan modal usaha yang sudah dipinjam.
Jika kamu adalah seorang karyawan atau ibu rumah tangga yang ingin terjun ke dunia bisnis, pola pikir pengusaha adalah modal yang penting. Kamu perlu ini untuk menjaga mental tetap tahan banting dalam menghadapi tantangan di dunia bisnis.
Kayak gimana sih pola pikir seorang entrepreneur itu? Yah, mereka umumnya menghindari pikiran-pikiran negatif yang dapat menghambat bisnis. Misalnya, menganggap diri kurang pandai, gampang menyerah, mudah dipengaruhi orang, dan terlalu mudah puas.

2. Miliki rencana bisnis

Rencana bisnis juga menjadi modal penting yang kamu butuhkan untuk membangun suatu usaha. Hal ini berisi analisis terkait langkah yang akan kamu ambil saat memulai bisnis, seperti analisis pasar, keuangan, sumber daya manusia, rencana pengembangan usaha, serta risiko yang dihadapi.
Rencana bisnis sebaiknya dibuat secara mendetil. Soalnya, ini juga bisa dimanfaatkan sebagai proposal kamu untuk mendapatkan investor maupun mitra bisnis.

3. Temukan rekan bisnis yang sejalan

Seorang rekan bisnis adalah pendukung yang penting dari usaha yang kamu jalankan. Mereka bisa berupa investor maupun mitra dalam menjalankan operasi bisnismu.
Makanya, kamu butuh rekan bisnis yang sejalan dengan visi misi bisnismu. Kalau nggak, bisa-bisa usahamu malah bakal tersendat gara-gara kalian suka berselisih pendapat.

4. Mulailah dari usaha sampingan

Ketika ingin punya bisnis tapi terkendala modal dan waktu, kamu bisa memulainya dari usaha sampingan dengan skala kecil-kecilan sambil tetap menjalankan pekerjaan utamamu.
Memang sih, fokusmu jadi terbagi. Tapi, setidaknya kamu bisa meminimalkan risiko sembari mengumpulkan modal untuk mengembangkan usaha. Ketika usahamu sudah berkembang, bukan mustahil kamu akan memberi fokus penuh pada bisnismu itu.

5. Jangan ragu menjajal hal-hal baru

Ketika modalmu lagi cekak, nggak ada salahnya untuk keluar dari zona nyaman dan menjajal hal-hal baru. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, modal itu bisa berupa keahlian.
Dengan mempelajari hal-hal baru, kamu akan memperoleh wawasan yang lebih luas. Bukan mustahil, kamu akan menemukan peluang bisnis yang lain dari modal kemampuan baru tersebut. Yang penting, berani mencoba!
Nah, lewat lima cara di atas, mudah-mudahan modal usaha yang terbatas tak lagi menjadi halanganmu untuk merintis bisnismu sendiri.
-CEN-

Senin, 29 Januari 2018

Jadi Mahasiswa? Dengan 11 Saran Finansial Ini, Keuanganmu Bakal Lebih Tertata

Bagi mahasiswa uang jajan dari pemberian orangtuanya selalu dianggap kurang. Alhasil, semuanya serba ngirit kalau uang jajan sudah menipis, benar ‘kan?

Namun, sebenarnya ada beberapa tips buat para mahasiswa bisa lakukan agar keuangannya dapat tertata lebih baik dan tidak perlu serba ngirit lagi deh! Mau tau tips-tipsnya apa aja? Yuk, kita baca dan mulai terapkan pelan-pelan sejak sekarang!

1. Jangan malas mencari solusi. Temukan rumus mengatur uang bulanan yang paling cocok kamu ikuti.

Sebagai mahasiswa, uang kiriman orang tua di awal bulan ibarat suntikan semangat. Tapi, bagaimana caranya supaya uang itu bisa mencukupi kebutuhanmu hingga awal bulan berikutnya? Kuncinya adalah tidak gegabah menggunakan uang dan anti meminta tambahan saat menjelang akhir bulan.
Sebagai yang paling tahu kebutuhanmu, kamu sendirilah yang bisa mengatur keuanganmu. Nominal untuk kebutuhan pokok, kebutuhan tambahan, dan dana simpanan bisa divariasikan setiap bulannya. Beberapa formula dapat kamu coba dan tentukan yang paling pas untukmu.

2. Peribahasa “sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit” harus kamu percaya. Meski masih mahasiswa, menabung itu wajib hukumnya!

Tidak ada frasa ‘terlalu dini’ untuk menabung. Bahkan, kita sudah diajarkan dengan budaya ini sejak masa taman kanak-kanak. Kemampuan menabungmu juga tidak ukur dari nominal yang bisa kamu sisihkan, tapi dari konsistensimu.
Menyisihkan 3-5 ribu per hari tidak jadi soal, selama kamu bisa tekun dan menahan diri untuk tidak mencomot uang tabunganmu ketika ingin membeli sesuatu. 

3. Memang tak mudah mengendalikan keinginan. Tapi, punya dua rekening bisa jadi jurus jitu supaya uangmu aman.

Kenapa kamu sebaiknya punya dua rekening? Karena kamu perlu membedakan rekening kebutuhan dan simpanan. Rekening kebutuhan adalah kemana orang tua bisa mengirim jatah bulananmu. Kamu bisa mengambil sekian persennya untuk dipindahkan ke rekening simpanan, yang haram kamu sentuh kecuali dalam kondisi mendesak. Untuk segala pemenuhan kebutuhan sampai akhir bulan, sudah cukup menggunakan uang dalam rekening kebutuhan.

4. Jangan sembarangan memilih bank. Perkara suku bunga dan potongan biaya administrasi juga wajib diperhitungkan.

Selain itu, pertimbangkan tentang penggunaan ATM dan kartu debit. Sebaiknya gunakan ATM sekaligus kartu debit untuk rekening kebutuhan, tapi tidak untuk rekening simpananmu. 

5. Pintar-pintarlah mengelolah uang jajan. Pastikan kamu pantang berhutang saat kekurangan.

Selain menjaga nafsu jajanmu, berhutang jadi hal yang wajib kamu hindari. Sekalipun hanya meminjam uang pada teman dekat dalam jumlah kecil, hal ini bisa jadi kebiasaan buruk. Bisa jadi kamu semakin manja dan tidak disiplin mengatur pengeluaran lantaran merasa ada teman yang siap meminjamimu. Pada akhirnya, kamu justru akan kewalahan menghadapi hutang-hutangmu yang tidak terasa sudah menumpuk.

6. Uang recehan pun tak boleh disepelekan. Siapkan celengan untuk menampungnya!

Caranya, siapkan satu atau dua buah celengan di kamarmu. Gunakan celengan untuk menyimpan uang receh yang seringkali kamu abaikan. Misalnya, satu celengan untuk menyimpan koin 500-an dan satu celengan lagi untuk koin 100 atau 200-an. Ketika mendapat uang kembalian dari tempat fotokopi atau warung, segera simpan recehanmu. Suatu hari kamu akan terkejut ketika kedua celenganmu sudah penuh terisi.

7. Demi menghemat pengeluaranmu, jangan ragu menjelajahi daerah sekitar kampusmu.

kamu bisa cari tau tempat makan yang enak sekaligus murah, kios fotokopi yang harganya bersaing, atau tempat ngopi yang nyaman tapi tetap harga mahasiswa. Walaupun terkesan sepele, hal-hal kecil ini bisa melancarkan perjuanganmu sebagai mahasiwa.

8. Selagi masih mahasiswa, manfaatkan waktu dan tenagamu untuk merintis usaha.

Baik perseorangan maupun bersama teman, mulailah untuk merintis usahamu sendiri. Banyak mahasiswa yang akhirnya sukses menyandang gelar entrepreneur setelah melakoni usaha sambil kuliah. 

9. Meski belum bekerja, merencanakan investasi yang akan dipilih nanti juga tak ada salahnya.

Belum punya penghasilan sendiri bukan berarti kamu tidak perlu ‘melek’ soal investasi. Justru di saat inilah kamu wajib memperluas pengetahuanmu tentang bagaimana memanfaatkan uang tabungan. 

10. Bukan cuma uangmu, tapi hargai juga waktu dan tenagamu.

Mahasiswa seringkali lekat dengan istilah part time job atau kerja paruh waktu. Lantaran waktu kuliah yang longgar dan tuntutan kebutuhan, banyak mahasiswa memilih untuk kuliah sambil bekerja. Salah satu pekerjaan yang paling banyak diminati para mahasiswa adalah menjadi guru privat.
Tapi, kemana perginya uang hasil keringatmu? Ketika hanya digunakan untuk sekedar makan di restoran atau beli gawai baru, tentu perjuanganmu jadi terkesan sia-sia. Setidaknya, bekerja paruh waktu sudah mengorbankan waktu istirahat di sela-sela aktivitas kuliahmu. Jika hasilnya tidak bisa dimanfaatkan dengan bijaksana, bukankah sama halnya dengan buang-buang waktumu?

11. Keuangan yang mapan bukan sekadar angan, selama punya motivasi yang kuat untuk mewujudkan!

Biasanya, sesuatu akan berhasil jika tujuan dan motivasinya jelas. Kamu pun butuh motivasi untuk bisa hidup hemat dan rutin menabung. Caranya, pikirkan rencana jangka panjang yang selalu bisa diingat dan membuatmu bersemangat.
-FF

Sumber : https://www.hipwee.com/sukses/sukses-finansial-bukan-hal-yang-mustahil-buat-para-mahasiswa/